About Me

Annisa E. Putry

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Saya belajar memasak dan membuat kue secara otodidak. Background pendidikan saya Psikologi. S1 di Malaysia kemudian S2 di Jerman. Akhir tahun 2014 saya mendapat tawaran pekerjaan sebagai senior HR assistant di salah satu perusahaan multinational di Qatar. Job offer tersebut dibatalkan karena ternyata……….saya positif hamil 7 minggu! Patah hati karena sebagai fresh graduate (walaupun dengan pengalaman bekerja part-time di kantor pusat Allianz di Munich) dengan kondisi hamil, nyaris tidak memungkinkan bagi saya untuk mendapatkan pekerjaan paling tidak dalam 1 tahun ke depan. Dan ini akan memberikan gap yang cukup besar di CV saya. Namun, terkadang apa yang kita inginkan bukan yang kita dapatkan, tapi yang kita dapatkan ternyata lebih baik dari yang kita inginkan. Dulu saya bercita-cita untuk menetap di luar negeri, merantau ke benua lain untuk beberapa tahun. Tapi ada satu negara yang saya harapkan jadi tujuan akhir saya: Malaysia! Karena dulu saya S1 disana dan saya suka Malaysia (entah karena kenangan-kenangan manis dengan sahabat-sahabat baik saya atau memang saya suka negara itu?). And guess what! Suami saya mendapat tawaran pekerjaan di Malaysia di tahun 2016! Ketika anak kami berusia 6 bulan, kami sekeluarga pindah ke Malaysia. Masya Allah.

Selama beberapa bulan pertama sejak kepindahan kami ke Malaysia,saya sempat mencoba mencari pekerjaan. Tapi, ada satu perkataan suami yang menyentuh “Boleh saja kerja, tapi kalau salary-nya RM3.000-an, buat apa? Habis buat bayar daycare, makan, & transport. Sisa sedikit, capek iya, anak terbengkalai”. Sementara standar gaji fresh graduate ya RM3.000-4.000.  Betul juga kata suami saya. Semenjak itu keinginan saya untuk kembali kerja kantoran 9-5 berkurang.

Semakin hari saya semakin yakin bahwa keputusan saya tepat! Saya jadi bisa melihat perkembangan anak kami, dan anak kamipun dapat merasakan kehadiran ibu-nya sepenuhnya. Hari ini anak saya sangat lengket dan bergantung dengan saya, tapi akan datang hari dimana dia akan pergi meninggalkan kami orang tuanya untuk memulai kehidupannya sendiri. Maka, saya bersyukur saya dapat berada disisinya di masa kecilnya. Bagaimana dengan karir? Berkarir tidak melulu harus stuck di kantor from 9 to 5 kok!   

Disela-sela mengurus anak dan rumah, waktu luang saya gunakan untuk belajar memasak dan membuat kue, aktivitas yang ternyata sangat saya nikmati. Dan yang awalnya saya mengambil foto masakan-masakan saya secara asal-asalan untuk sekedar saya share di social media, menjadi serius ketika suami saya meminjamkan kamera DSLR-nya dan membelikan lighting set. Memang dasarnya suami saya penyuka fotografi berlatang belakang IT. Kemudian server, domain dan theme suami tolong setting-kan. Begitulah sejarahnya terlahirnya blog ini. Semoga blog ini bisa memberikan manfaat bagi orang banyak dan menjadi amal jariyah saya. 

Terima kasih kepada kedua orang tua saya yang tidak pernah mempermasalahkan keputusan saya untuk berhenti berkarir kantoran meskipun telah memberikan pendidikan yang tinggi untuk saya. Terima kasih suamiku yang telah mendukung hobby saya dan tidak pernah protes ketika saya belanja alat-alat masak dan membuat kue yang mahal sekalipun! 🙂